Senin, 21 Januari 2013

ATURAN MEMAKAI JAMU

                                 ATURAN MEMAKAI JAMU

                Pada saat menggunakan jamu,ada beberapa hal yang perlu di perhatikan sehingga mendapat hasil penyembuhan seperti yang diharapkan.
               Bacalah dengan seksama semua petunjuk tentang seputar penggunaan berbahan tanaman obat di bawah ini.
WAKTU MEMETIK BAHAN JAMU[TANAMAN OBAT]
               Untuk mendapatkan bahan jamu yang terbaik dari tanaman,perlu di perhatikan saat-saat pengumpulan bahan berkhasiat.
Berikut ini pedoman waktu pemetikan tanaman secara umum :
-Daun di kumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi masak.
-Bunga di kumpulkan sebelum atau setelah mekar.
-Buah di petik dalam keadaan masak.
-Biji dikumpulkan dari buah yang masak sempurna.
-Akar,Rimpang,Umbi dan Umbi lapis dikumpulkan sewaktu prose pertumbuhanya berhenti.
PENCUCIAN DAN PENGERINGAN
          Bahan tanaman yang sudah di kumpulkan,segera di cuci bersih bersih dan sebaiknya pada air yang mengalir.Maksudnya untuk menghilangkan semua kotoran yang melekat,baik tanah,telur cacing atau yang cukup berbahaya adalah pestisida,sebab pestisida ini sering di gunakan para petani untuk membasmi serangga.
          Bahan tanaman yang telah bersih dapat segera di manpaatkan sebagai obat bila di perlukan pemakaian bahan segar,atau di keringkan untuk di simpan,bila sewaktu-waktu di butuhkan.
          Pengeringan bahan tanaman di lakukan dengan tujuan untuk mengurangi kdar air,sehingga mencegah terjadinya pembusukan cendwan atau bakteri.Dengan demikian bahan dapat lebih lama di simpan dalam toples atau wadah yang tertutup rapat.Bahan yang telah kering juga lebih mudah di haluskan,bila ingin di buat serbuk.
     Cara melakukan pengeringan bahan jamu:
     Bila bahannya besar atau banyak mengandung air,dapat di potong-potong seperlunya.pengeringan bahan dapat langsung di bawah sinar matahari atau memakai pelindung seperti kawat halus,sehingga pengeringan tidak terlalu cepat.
    Pengeringan dapat juga di lakukan hanya dengan mengangin-angingkan bahan di tempat yang teduh atau atau di dalam ruang pengering yang aliran udaranya baik.

CARA MEREBUS RAMUAN
   Merebus ramuan jamu yang berasal dari tanaman obat yang belum tercampur,belum di olah,tapi sudah dalam keadaan bersih,bisa berasal dari bahan segar atau sudah di keringkan.
   Perebusan dilakukan dalam pot tanah atau panci email,pot keramik.jangan sesekali merebus jamu dengan menggunakan panci dari bahan besi,aluminium atau kuningan.karena dapat menimbulkan endapan,konsentrasi larutan obat yang rendah,terbentuknya racun atau efek samping lainnya.reaksi kimia dengan obat.
Gunakan air bersih untuk merebus,sebaiknya air murni kecuali di tentukan lain.Bahan obat di masukkan kedalam pot tanah,masukan air air sampai bahan obat terndam airseluruhnya dan permukaaan air berada 30mm diatasnya.perebusan di mulai bila air telah meresap kedalam bahan ramuan obat.rebus dengan api yang sesuai
  Bila tidak ditentukan lain,biasanya merebus ramuan obat di mulai dengan api besar sampai airnya mendidih.selanjutnya api di kecilkan untuk mencegah air rebusanmeluap atau terlalu cepat kering.Kadangkala api besar atau api kecil di gunakan sendiri-sendiri sewaktu merebus ramuan obat.Misalnya obat yang bersipat menguatkan[tonik] di rebus dengan api kecil .sehingga bahan aktip yang dapat secara lengkap di keluarkan kedalam air rebusan.Tanaman obat yang mengandung racun direbus dengan api kecil dalam waktu yang lama,sekitar 3-5 jamuntuk mengurangi kadar racunnya.Nyala api yang besar di gunakan untuk ramuan obat yang berkhasiat mengeluarkan keringat,seperti misalnya ramuan obat influenza atau demam.Maksudnya supaya pendidihan menjadi cepat dan penguapan yang berlebihan dari zat menguap yang merupakan komponen aktif tanaman dapat di cegah.
  Bila tidak di tentukan lain,maka perebusan di anggap selesai ketika air rebusan tersisa setengah dari jumlah air semula.Bila bahan obat yang di rebus banyak yang keras seperti biji,batang,atau kulit kayu,maka perebusan selesai setelah air rebusan tersisa sepertiganya.
            Ada cara perebusan yang sedikit berbeda dari cara yang di atas,karena adanya bahan-bahan yang memerlukan perlakuan khusus,seperti misalnya :
           Di rebus terlebih dahulu
           Dilakukan bila ada bahan obat yang besar dan keras dan sukar di ekstrak,seperti kulit kerang atau mineral.bahan tersebut di hancurkan dan di rebus terlebih dahulu kira-kira 10 menit sebelumbahan obat lainnya di masukkan.
          Direbus paling akhir
          Dilakukan bila ada bahan obat yang mudah menguap atau bahan aktipnya mudah terurai.Misalnya peppermint,akar costus atau bahan pewangi.bahan tersebut di masukkan terakhir,kira-kira 4-5 menit menjelang rebusan obat siap di angkat.
         Direbus dalam bungkusan
         Beberapa bahan obat seperti biji daun sendok dan bunga inula,harus di bungkus terlebih dahulu dengan kain sebelum di rebus.jika tidak,akan menimbulkan kekeruhan dan menghasilkan bahan yang dapat menimbulkan iritasi pada tenggorokan.
         Dididihkan perlahan-lahan atau di rebus terpisah
         Perebusan cara ini di lakukan dengan maksud untuk menghindarkan kerusakan zat berkhasiat atau terserapnya zat berkhasiat bila di rebus bersama bahan lain.Contohnya ginseng.Irislah bahan ini tipis-tipis,kemudian di rebus terpisah dalam pot tertutup dengan api kecil selama 2-3 jam.
        Dilarutkan melalui penyeduhan
        Ada beberapa macam bahan obat atau jamu yang lengket,kental atau mudah terurai bila direbus terlalu lama dengan bahan obat lainnya atau mudah melekat di dinding pot/bahan obat lain,sehingga pengeluaran bahan aktip obat lain terhambat.Contohnya gelatin kulit keledai dan malt sugar.bahan yang seperti ini tidak di rebus bersama bahan lain.Masukkan kedalam cangkir,lalu seduh dengan air rebusan obat.

WAKTU MINUM JAMU
       Berikut ini ada beberapa pedoman waktu minum jamu yang dapat di gunakan,bila tidak ada petunjuk yang lain.Biasanyanya jamu di minum sebelum makan.Bila jamu tersebut merangsang lambung,maka ramuan tersebut di minum setelah makan.Obat yang berkhasiat mengatkan di minum sewaktu perut kosong.Obat yang berkhasiat menenangkan,di minum sewaktu mau tidur.Bila penyakit baru terjadi[akut],obat di minum setiap saat.Bila menderita penyakit yang sudah lama[kronis],ramuan obat di minum sesuai jadwal secara teratur.obat dapat di minum sessering mungkin sesuai kebutuhan atau di minum sebagai pengganti teh.
CARA MINUM JAMU
    Jamu biasanya di minum satu dosis sehari,di bagi untuk 2-3 kali minum.umumnya jamu di minum sewaktu masih hangat,terutama untuk pengobatan sindroma luar.setelah minum obat,pakailah baju tebal atau memakai selimut supaya tubuh tetap hangat dan mudah mengeluarkan keringat.
   Untuk pengobatan sindroma panas,jamu di minum dalam keadaan dingin.Pada pengobatan sindroma dingin,jamu di minum dalam keadaan hangat.jamu yang agak beracun di minum sedikit demi sedikit,tetapi sering.tambahkan dosisnya secara bertahap,sehingga efek pengobatan tercapai.
LAMA PENGOBATAN
   Tanaman berkhasiat obat yang nantinya di gunakan sebagai jamu yang masih berupa simplisia,hasil pengobatannya tampak lambat tetapi bersipat konstruktif.hal ini berbeda dengan obat kimiawi yang hasil pengobatannya terlihat cepat tetapi bersipat destruktif[merusak bagian yan lain].oleh karena itu,obat dari tanaman tidak di anjurkan pemakaianya untuk penyakit-penyakit yang sipatnya mendadak[akut].Namun tanaman di utamakan untuk memelihara kesehatan dan pengobatan penyakit menahun[kronis] yang tidak dapat di sembyhkan dengan obat kimiawi,atau memerlukan kombinasi pengobatan antara obat kimiawi dengan obat dari tanaman berkhasiat.
   Jadi seseorang hendaknya tidak terlalu fanatik mengandalkan jamu saja atau sebaliknya hanya menggunakan pengobatan medis yang berbahan kimiawi,semua bisa di gunakan asal sesuai pada tempatnya


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar